POTENSI DESA KALIASEM UMUMNYA
Kemudian
setelah beberapa tAhun dari situasi itu, maka seorang seniman sastra
yang mantan seorang Raja Buleleng terakhir, melanjutkan idenya untuk
mengembangkan kepariwisataan di kawasan itu, yang telah dikenal dengan
nama “LOVINA”. Beliau telah almarhum di tahun1978 meninggalkan sejarah
kepariwisataan, dimana sebelumya beliau telah merintis sebuah Hotel
yang dinamakan LOVINA, serta dengan perkembangan-perkembangan yang
pesat di tahun 1974,akibat pembangunan Hotel dan Restaurant yang baru.
Hotel dan Restauran tersebut di beri nama “TASIK MADU”
Lovina, di samping itu pula masyarakat Desa Kaliasem telah dirintis
pula untuk menunjang kepariwisataan itu melalui penanaman jeruk ala
sistim tradisional, dengan jalan perabukan humus, penanaman Lamtoro
agar tanah-tanah yang tandus menjadi hidup dan subur.
Desa
Kaliasem kemudian, menjadi lebih di kenal masyarakat Pariwisata dan
Masyararakat Bisnis buah-buahan. Jeruk Kaliasem yang disebut Jeru Seraya
kala itu menjadi rebutan pedagang-pedagang buah dari Jakarta.
Desa
Kaliasem sekian lamanya telah menjadi incaran kaum pekebun Jeruk dan
penanam modal Perhotelan, dan pada akhirnya di tahun 1980 an Jeruk
terkena virus CVPD dan pada akhirnya matilah petani Jeruk masa itu. Akan
tetapi di bidang Pariwisata terus meningkat karena satu-satunya usaha
masyarakat yang masih mempunyai harapan di masa-masa yang akan datang.
Nelayan
pun berkembang menjadi usaha Snorkling, dan beberapa di antaranya
telah mampu mendirikan usaha restaurant dan penginapan kecil-kecilan
demikian seterusnya, pada akhirnya kawasan wisata Lovina menjadi dasar
bisnis kepariwisataan yang akibat dari pariwisata Lovina itu Desa-desa
lainnya pu terkena Limpahannya mempergunakan Kawasan Lovina tersebut.
TOLERANSI KEHIDUPAN YANG PANCASILAIS
Penduduk
Desa Kaliasem yang terdiri dari beberapa dusun tersebut kehidupannya
menjadi berkembang dan meningkat, dan pembangunannya lancar. Aliasem
telah memiliki rasa Kesatuan dan Persatuan, sebab sejarah awal
kependudukan di kawasan daerah ini telah dimulai dengan Kesatuan
pendapat, hormat menghormati baik mereka sebagai pegusaha, sebagai
petani dan sebagai nelayan, lebih-lebih mereka sebagai pengusaha
kepariwisataan.
Demikian
pula dalam Adat dan Agamabukan menjadi masalah lagi, dasar kerukunan
tersebut telah berjalan sejak dulu kala, hanya saja pada masa kini perlu
peningkatan dan pembinaan kepada masyarakat untuk meraih keberhasilan
didalam perjuangan dalam usaha maupun pekerjaan mereka.
Itulah
desa Kaliasem yang kita kenal, yang kita cintai dan yang kita bangun
dari genersi kegenerasi berikutnya, kerukunan beragama, Adat
istiadatmasing-masing menjunjun tinggi keyakinan dankepercayaannya,
dukung mendukung,hormat menghormati serta percaya mempercayai yang
adahakekatnya mereka telah berada di kehidupan masyarakat yang
pancasilais.
Demiian
sejarah Desa Kaliasem, ini kami buat dan kami susun secara sigkat
dengan data-data atau catatan- catatn yang ada dan kami temukan untuk
atinya bisa di pakai dalam penyusunan sejarah Desa secara sistematis.
Sumber : http://desakaliasem.blogspot.com
Kepala-kepala Dusunnya pun segera di bentuk dengan nama-nama Dusun adalah:
ReplyDelete1. Dusun Lebah (dulu Tukad Cebol tempekan Banjar Beten EE)
2. Dusun Enjung Sangiang
3. Dusun Sekar (dulu di sebut Banjar Bebengan)
4. Dusun Asah
5. Dusun Punggang
6. Dusun Pura (dulu Banjar Munduk Bila)
7. Dusun Bunut Panggang (disatukan karena penciutan Administrasi)
Short URL web site ini : http://goo.gl/k1ueqF
ReplyDelete